Selasa, 19 Agustus 2014

Foto Panning


Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak.
Contoh foto panning:

Cara foto panning:
Bidik sasaran bergerak ( pada umumnya mobil ), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.
Pertanyaan yang sering dilontarkan:
1. Mengapa foto buram semua?
Jawab: Bisa jadi karena gerakan kamera tidak sesuai dengan gerakan objek. Cobalah percepat shutter speed dan coba untuk mengikuti gerakan objek seketat mungkin.
2. Mengapa foto fokus semua?
Jawab: Bisa jadi karena shutter speed terlalu cepat dan atau kamera kurang digerakan pada saat pemotretan.

Spesifikasi Sony SLT-A77 dan Canon EOS 1Dx

Sony SLT-A77 

Sony SLT-A77

Kelebihan: Resolusi yang tinggi, memiliki fitur yang mendalam, ergonomis, menggunakan teknologi pencitraan yang unik, 
Cons kehidupan yang baik baterai: Noisy pada beberapa pengaturan, menu sedikit membingungkan, menu laggy 
Ukuran Sensor: 23.5mm x 15.6 mm 
Sensor Pixel: 24,3 juta 
Sensor Debu Sistem Pembuangan: Biaya Perlindungan Gambar Coating, Sensor-Shift Mekanisme 
LCD Layar: 3,0 inci, 921.600 titik, TFT Xtra Fine LCD 
Video: 1920 x 1080 (60p / 28Mbps / PS, 60i / 24Mbps / FX, 60i / 17Mbps / FH, 24p / 24Mbps / FX, 24p / 17Mbps / FH), 1440 x 1080 (30fps / 12Mbps), 640 x 480 ( 30fps / 3Mbps) 
ISO: ISO 100-16000, 50-25600 
White Balance: Auto, Daylight, Shade, Berawan, pijar, Fluorescent (Warm putih / Cool putih / Hari putih / Daylight), Flash, Kelvin Temp (2500 - 9900K, 100K langkah) 
Continuous Shooting Speed: 12 frame per detik 
Shutter Speed: 1/8000 detik. 
Penyimpanan: SD, SDHC, SDXC, MemoryStick Pro Duo 
Baterai: NP-FM500H Lithium-Ion Rechargeable Battery


Canon EOS 1Dx

Canon EOS 1Dx


Kelebihan: prosesor gambar kecepatan tinggi, merekam video HD 1080p, RJ45 konektivitas, File Converter tertanam RAW, 2 CF Slot Kartu membuatnya menjadi Kamera DSLR terbaik pada tahun 2012
Kontra: Sangat berat, piksel lebih sedikit dari yang diharapkan 
Sensor Ukuran: 36mm x 24mm 
Sensor Pixel: 18,1 juta 
Sensor Debu Penghapusan Sistem: Self Cleaning Sensor Unit, Menambahkan dan Akuisisi Debu Hapus Data, Pembersihan manual 
LCD Layar: 3,2 inci, 1040000 titik, LCD TFT 
Video: 1920 x 1080: 30 fps / 25 fps / 24 fps, 1280 x 720: 60 fps / 50 fps, 640 x 480: 30 fps / 25 fps 
ISO: Secara otomatis mengatur: ISO 100-51200, mode Zona Dasar: ISO 100-51200 set secara otomatis, Perpanjangan settable: ISO 50; 102400 dan 204800 
White Balance: Auto, Daylight, Shade, Berawan, Lampu Tungsten, Fluorescent Lampu Putih, Flash, Custom, Pengaturan warna Suhu 
Continuous Shooting Kecepatan: Super kecepatan tinggi: 14 fps, kecepatan tinggi: 12fps, berkecepatan rendah: 3fps 
Shutter Speed: 1/8000 detik. 
Penyimpanan: SD, SDHC, SDXC, Eye-Fi Card, USB 2.0 HDD 
Baterai: Satu Paket Baterai LP-E4N atau LP-E4

Tips Membeli Kamera DSLR

1. Liat budget
Awalnya saya dulu juga sempat bingung untuk membeli tipe DSLR yang bagaimana. Apakah yang advanced seperti nikon D300 canon EOS 50D, 7D atau bahkan full frame kamera seperti D700 dan Mark II 5D. Tetapi harga masing-masing DSLR itu bisa mahal, setara dengan sebuah motor. Jadi liat dulu kemampuan kantong anda ? Jangan terlalu bernafsu, bersaing dengan teman-teman sekitar.

2. Kebutuhan
Saya posisikan fotografi bukan pekerjaan utama untuk mencari duit. Ini hanya untuk senang-senang, pengisi waktu di kala luang, dan menunjang hobi jalan-jalan. Akhir nya pilihan DSLR yang mahal di hapuskan. Berfikir untuk membeli DSLR yang lebih murah. Pada waktu itu ada 3 pilihan Nikon D90, Canon EOS 50D, dan Pentax K-7. Posisinya semi pro, tidak terlalu berat, dan bisa berinvestasi pada lensa suatu saat nanti.

3. Coba dulu sebelum beli
Tip berikut nya adalah, jangan pernah membeli sebelum mencoba. Bisa dipastikan anda akan banyak kecewanya jika tidak teliti membeli. Harga DSLR mahal, jadi berhati-hati sebelum mengeluarkan duit. Saya tidak tahu apakah di Indonesia memungkinkan untuk mencoba berbagai tipe DSLR di toko. Pada waktu beli di Jepang dulu, saya sering kali mencoba di toko Yodobashi. Jadi saya tahu DSLR mana yang pas di tangan, ergonomis dan material body DSLR nya oke. Saya pilih D90 dulu karena ukuran pas di tangan, dibanding EOS 50D. Serta harga nya yang lebih murah dari ketiga model tersebut. K-7 apalagi, ada masalah dengan kualitas gambar untuk kondisi low light (malam hari).

4. Baca referensi
Saat ini informasi dapat dengan mudah didapatkan lewat internet. Bacalah banyak referensi, baca pendapat orang yang memiliki DSLR yang hendak di beli di forum-forum. Biasanya pendapat mereka netral. Namun patut di ingat bahwa informasi lewat internet itu hanya 20% yang cukup valid dan bisa anda percaya. 80% sisanya adalah pengalaman pribadi. Pinjam teman jika punya model yang sama dengan yang anda inginkan.

5. Kualitas lensa kits
Belilah DSLR dengan 1 lensa kits. Jangan terlalu ambisi untuk memborong banyak lensa untuk pertama kalinya. DSLR hanya lah alat, teknik fotografi yang penting anda kuasai. Untuk menguasai benar-benar teknik fotografi anda butuh waktu, bisa dalam 3 bulan, 6 bulan, atau bahkan 1 tahun. Selama anda belajar, maksimalkan lensa kits nya, sampai anda benar-benar bisa mendapatkan foto yang menarik. Jika dengan lensa kits saja kualitas foto tidak lebih bagus daripada compact camera (kamera saku), anda telah gagal. Makanya perlu diperhatikan juga kualitas lensa kits dari bawaan DSLR nya.